Sunday 16 December 2012

Bakso Campuran Daging Babi: Bikin Mual



 hadeuh ngiler -_-
Metrotvnews.com, Jakarta:  Pemerintah seharusnya lebih bertanggung jawab untuk mengawasi peredaran bakso opolosan daging babi dengan label Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal itu diungkapkan Ketua MUI Ma'ruf Amin di Jakarta, Sabtu (15/12).

Amin menilai MUI tidak bertanggung jawab atas beredarnya bakso oplosan tersebut. Pasalnya MUI hanya berwenang menertibkan sertifikasi halal. Sertifikasi tersebut hanya berlaku selama dua tahun.
Wah gimana ya saya menanggapinya? Ini sudah jelas-jelas ketidakjujuran yang sama sekali tidak mengindahkan unsur kelayakan a.k.a kehalalan.

Haruskah saya bilang ini haram atau halal? Toh si pedagang yang diduga mengoplos daging sapi dengan babi itu cuma mau melakukan ikhtiar agar dagangannya laku. Oke, kita kesampingkan perkara agama halal dan haramnya dulu. Intinya, sebagai orang berjualan, bagaimana caranya dengan untung sekecil-kecilnya dapat untung sebesar-besarnya. Hukum dagang kan begitu ya, hal yang tidak bisa disalahkan juga.

Namun, untuk mendapat untung besar itu kejujuran yang dipertaruhkan dengan murahnya harga yang dibayar daging oplos itu. Mirisnya, pabrik yang disita polisi itu sudah beroperasi 2 tahun lalu. Memang sih gak diketahui sejak kapan mereka mencampur daging babi kedalam adonan bakso daging sapi. Itu saja masih ada sisa daging beku yang mau diproduksi. Kalo saya sih ngebayanginnya “mungkin” baru seminggu mereka bikin adonan daging babi itu. Berapa banyak orang yang ketipu makan daging sapi coba? Menurut berita, pengoplosan daging itu dilakukan karena langka dan mahalnya daging sapi di pasaran. Wakil gubernur Jakarta pak Ahok aja bilang daging celeng mustinya buat jadi santapan penghuni Taman Safari dan kebun binatang. -_-