Friday, 2 December 2011

Saya, Kamu, Kita Berbeda Kehidupan (Catatan Kecil Thriller)


Hola …. Senangnyaaa bisa menulis (lagi) … oh ya, FYI, nih, saya mau berbagi tentang satu dan beberapa kejadian minggu kemarin saat saya mendapatkan mandat mengurus dan mengelola acara Konferensi Penulis Anak.
Setelah sekian lama mempersiapkan acara, tibalah kami untuk “meluncur” ke Jakarta, Ibu kota tercinta dengan segala keramahtamahannya. Kami dipersiapkan menginap dan beristirahat di sebuah hotel ternama yang katanya, pernah ada seorang artis mati disitu. Hahahaha #ketawa seram.
Selama 4 hari kami dipersiapkan memandu acara kepenulisan cilik Indonesia dari anak yang berusia 7 sampai 12 tahun. Membayangkan ratusan anak-anak berkumpul tanpa ditemani orangtuanya, menjadi pe-er buat saya. Karena tanggungjawab dipikul menjadi catatan bagi setiap orangtua dan anak.
ilustrasi luar
 Tapi kawan, sekarang saya bukan mau membahas tentang bagaimana anak-anak itu menulis. Karena saya, kamu, dan kalian yakin potensi yang dimiliki oleh anak-anak itu luar biasa dengan imajinasi mereka masing-masing.
Saya ingin berbagi tentang kesan saya disana.
Hari rabu, saya tiba di hotel di daerah Matraman. Jujur saja, pertama kali melihat bagian luar hotel, agak menyeramkan buat saya. Apalagi ada selokan depan hotel yang sedang direnovasi. Menambah risih saya. Kemudian mobil yang kami tumpangi meluncur ke basement. Lagi-lagi saya merasa aneh. Ah, mungkin perasaan saya saja. Ini hotel kok, bukan pemakaman. 
Lanjut ke lobby, kami disambut secara ramah dan menyenangkan. Segera saja kami menempatkan diri untuk duduk di meja registrasi untuk menyambut peserta.
Acara berlangsung sampai malam hari. Saya sama sekali tidak memiliki pemikiran apapun. Jam 9, peserta sudah diperintahkan masuk kamar hotel dan tidur. Sedangkan kami, para panitia cewek, ibu-ibu perkasa dengan segudang tanggungjawab, masih harus mengurus rundown acara dan evaluasi esok hari. Mendata peserta yang baru datang, konfirmasi penulis, dan sebagainya harus kami urus berempat. Hingga satu persatu dari kami tumbang dan menyerah. Kami pun memutuskan melanjutkan pekerjaan seorang demi seorang hingga tidak terasa kami bekerja sampai pukul 3 pagi. Ohhh mataku lelah …
Oh ya, sebelumnya kami ditempatkan di kamar 307 dan 308. Kamar itu terletak di ujung yang melewati lorong musala. Sebenarnya saya merasa biasa saja. Tapi teman sekantor saya merasa seram dan menolak tinggal disitu. Akhirnya saya mengalah “yang penting bisa tidur”. Kesan seram ternyata tidak hanya dialami oleh kami, para peserta pun agak ragu untuk melanjutkan ke kamar mereka, apalagi, kamar ini berdempetan dengan karaoke dan pub yang orang teler lalu lalang setiap beberapa menit. Waw! Saya aja seger liat paha cewek yang roknya cuma 5 senti ditambah bergumulnya dada, apalagi yang cowok. Hmmm bibir merah merekah dan rambut acak-acakan kesan seksi nampak akrab disini.
ambil di gugel
Akhirnya, kami ditempatkan di lantai 7 yang lebih eksklusif. Dua hari menjalani acara, kami sibuk mengurus acara dan merayu anak-anak yang ingin dijenguk orangtuanya.
Tiba-tiba, seorang anak yang saat itu sakit, sebut aja Cheryl, bilang gini: Kakak gak serem ke bawah sendirian? (saya mau pamit ke ruang pertemuan setelah menemaninya di kamar).
Saya: Ha? Serem kenapa Cher?
Cheryl: Ini kan hotel serem. Mama bilang Alda Risma mati disini.
Saya: Oiya? Hehehe *mulai merinding nih* ah, kamu ada-ada aja. Bukan disini kali.
Cheryl: iya Kak, matinya kan di sebelah kamar aku.
Nah lo, meriang dah denger ocehan anak ini. Lagian mamanya rumpi amat ngasih tahu. Dan, akhirnya banyak anak yang dijemput orangtuanya lebih awal karena tahu keseraman hotel ini. fiuuuhhh
Lain lagi dengan ketika saya mengajak salah satu peserta ke kamar saya untuk menunggu orangtuanya menjemput. Karena saya masih harus mendata anak yang checkout, saya kembali ke ruang pertemuan di lantai 2. Tiba-tiba anak itu ada di depan pintu. “Kak, aku disini aja sama kakak.” Saya kaget lihat dia “Lho, emang kenapa?”  dia malah menggeleng dengan mukanya yang agak pucat “Gak apa2 hehehe”
Saya sih diam aja. Sampai anak itu bilang. “Tadi aku lagi maen hape Kak, sambil nonton tivi. Terus di kursi ada cewek bongkok duduk. Terus aku liat gak ada, tapi di kamera hape ada. Yauda aku kabur kesini.” 
Saya berhenti mencatat. “Masa? Ah jangan nakutin dong … itu mah cuma bayangan aja kali.” Saya *pura-pura* bijak. “Tapi kok kayak beneran ya Kak?” Aduh, agak merinding juga sih dengarnya. Kamar yang saya tempati, memang berada di ujung. Namun untuk merasakan aroma mistis, saya tidak berani main-main dengan hal gaib yang bukan bidang saya. Toh kita hidup sendiri-sendiri dengan alam masing masing. Kalaupun iya si cewek bongkok itu ada, jangan sampai ganggu kita lah. 
Seterusnya, kawan saya, Irvina, bilang kek gini: tante di situ kah? ati2 nte disitu suka ada penampakan pocong *serius td ane baca di buku misteri* :p Naaah ….
Atuuuuut

Sebenarnya saya juga sempat melihat sekelebat cewek duduk dengan posisi menunduk. Waktu itu saya mau mandi karena, busyet daaahhh udara Jakarta meskipun malam puanas banget! Teman sekamar saya masih menyelesaikan tugasnya di kamar sebelah. Karena kamar panitia perempuan dibagi 2. Saya sempat melihat sekelebat bayangan itu. Ah, daripada membuat takut diri sendiri, saya terus saja ke kamar mandi dan berniat berendam disitu. Namun, suasana seram pun ternyata masih ada. Aaargh saya lanjut mandi saja. Kurang kerjaan tuh setan kalo liat gue lagi mandi. Ane kan perawan, plis deh. Setelah gugling, saya menemukan ini (dilansir dari xvain.wordpress.com):
NB: Nama hotel gak disebutkan ah, cari aje sendiri  

 ADA POCONG di Kamar Hotel Alda Menginap?
USAI Alda Rizma dikubur, kemarin Rabu, ada dua hal yang membuat merinding bak cerita versi sinetron religi, adalah munculnya sosok pocong di kamar hotel yang telah ditempati Alda cs hingga Alda meregang nyawa. Hal lainnya yang membuat tak percaya, kuburan Alda dikabarkan longsor karena dimungkinkan tanah kuburannya diguyur hujan. Benarkah?
Kamar hotel Jakarta Timur yang dalam dua hari ini jadi sorotan masyarakat karena disitulah Alda terakhir menghembuskan nafasnya. Dan kini kamar tersebut masih menyisakan misteri meski seluruh barang bukti telah diambil Polisi seperti jarum suntik, kondom, kapas bercak darah dan botol-botol minuman keras. Kematian Alda jadi misteri meski Polisi baru bisa menyimpulkan kematian Alda karena over dosis memakai narkoba setelah di chek air seninya.
Nah misteri yang dirasa bisa bakal membuat bulu kuduk merinding adalah kabar munculnya hantu pocong di kamar hotel 432 yang telah dihuni Alda dan teman-temannya itu. Hal itu telah diungkapkan oleh seorang wartawan infotainment dari sebuah rumah produksi di Jakarta Selatan. Dan telah memberikan kesaksiannya kepada beberapa media.
Pocong itu muncul terekam dalam kameranya. Awalnya, Rabu (13/12) malam, reporter beserta kameramen menyambangi hotel, dan mampirlah ke kamar nomer 432 itu. Untuk keperluan pemberitaan, disorotlah kamar tersebut dengan seksama. Saat di kamar, kejadian aneh sebenarnya tak terjadi dialami oleh reporter atau kameramen yang tak mau disebutkan namanya.
Reporter itu mengaku kaget ketika rekaman diputar kembali dikantornya. Saat ditonton, dalam rekaman muncul sekelebat hantu mirip pocong. Kontan semua yang melihatnya merinding. Penampakan itu memang hanya sekelebat namun diaras jelas dilihat oleh mata. Dan sepertinya rekaman tersebut akan ditayangkan.
Pemilik nama lengkap Alda Risma Elvarini memang tergeletak tanpa nafas di kamar bernomor 432 itu. Dan kini kamar itu jadi misteri karena terus menjadi pemberitaan. Tiap hari, kabarnya ada saja wartawan yang menyambangi kamar tersebut untuk keperluan pemberitaan.
seksiiiii
Hmmm kenapa saya baru sadar sekarang? Kalau hotel tempat saya tinggal adalah tempat matinya sang artis … hahaha jadi agak lucu juga. Makanya nanti dengar gosip secara seksama deh … ya, kejadiannya juga udah bertahun-tahun silam. 2006. 
Kejadian janggal yang Gaje dan enggak banget dan sangat tidak sopan lainnya menimpa kami semua penghuni kamar. Tengah malam, anak-anak peserta merasa ada yang mengetuk pintu 3 kali. Kontak saja anak-anak itu takut dan merinding karena mengira hantu atau pocong dan semacamnya yang berusaha membuka pintu. Namun, pagi harinya sekitar jam 5, anak-anak itu teriak histeris karena menemukan brosur dengan pose cewek cowok sensual setengah telanjang dan berciuman. Terpampang tulisan disitu: DIJAMIN PUAS 24 JAM! Wow! Saya sempat mau mengambil brosur itu. Ya, setidaknya untuk saya bagi di postingan saya ini. Tapi, teman kantor saya keburu memunguti dan anak-anak segera membuangnya ke tempat sampah. Rugilah saya.
 
So, dimanapun kita, makhluk-makhluk itu akan ada disekitar kita. Begitupun di kantor saya, ketika saya lembur malam itu, pukul 8 malam saya masih mengetik laporan dan mengedit hasil kerja editor freelance. Tiba2 saja suara air di toilet seperti ada yang mandi. Saya terus mengetik dan mengira yang mandi adalah kawan saya, editor remaja. Tapi saya ingat. Semua orang sudah pulang sekitar 15 menit lalu karena hari hujan. Saya jadi agak merinding. Lalu saya mendengar suara sepatu (perempuan) berjalan ke arah meja bundar di tengah ruangan. Saya berbalik namun tak ada siapa-siapa. Ketika saya kembali mengetik, suara sepatu itu berjalan ke arah saya. Sontak saya jadi salah tingkah dan ngedumel
“astagfirullahaladiem naon siah maneh, urang mah teu ngaganggu maneh, naon maneh make ngaganggu urang? Hirup sorangan-sorangan siah, cicing siah naon maneh dek nyingsieunan urang? Aing mah balik!” saya ngomel gak jelas sambil beresin tas dan matiin komputer. Kontan saja meja saya gak karuan. Yang penting buru-buru keluar dari sini. Pikir saya saat itu. 

Argh… dasar! Selalu saja ada kejadian tak mengenakkan. Seperti yang sudah saya bilang, buat apa kita saling mengusik kehidupan dan alam lain? Lha hidup kita ajalah yang diurus baik-baik biar kita mati banyak amalnya. Iya kan? Udahan ah, takutnya si setan nanti jitak ane, gara-gara postingin alamnya dia. Hehehe
***Terjemahan omelan bahasa Sunda: *apa lo, gue kan gak ganggu elo, napa lo ganggu gue? Hidup sendiri-sendiri! Diem lo, mau apa nakutin gue? Balik gue!*

30 comments:

  1. kebiasaan sih ibu ma.. ga disana, ga disini (di net CIBOGO). ngeliat n ngerasa yg aneh. punya kepekaan jgn sensitif bgt bu. hahahahah

    ReplyDelete
  2. ironis juga. milih tempat yang berada di tengah2 tempat maksiat. apalagi ada brosur segala. itu brosur gigolo gitu yah? :D

    ReplyDelete
  3. itu setting tanggal di blog udah bener blom ya?? bukannya sekarang tgl 2 n masih pagi. (sekedar mengingatkan)

    ReplyDelete
  4. dian andriyana lutter1 December 2011 at 18:31

    yah,,,pada dasarnya mereka ada dimana-mana. ganggu ga ganggu mereka pasti ada. tergantung kita gimana ngadepinnya. klo takut mulu, ya ga bakalan betah dimana-mana....
    btw, brosurnya diambil ajah mama sipa, sapa tau ada yg perlu wkwkwkwkwkk.....pis ah

    ReplyDelete
  5. hehehe kalo brosurnya diambil, nanti aku kena UU pronografi... hehehehe

    intinya enggak mau melebih2kan hal2 misteri itu sih takutnya jadi syirik
    hehehee

    ReplyDelete
  6. minta ampun tu hotel.. btw, kok bisa sponsor milih tu hotel mesum buat nginapnya ank2.dah mesum, berhantu algi. jyyaaaaaaaaaaahhhh

    ReplyDelete
  7. hahhaha kade ah :p
    kalau aq liat kanan kiri da, bisi nyempil ditengah.. ajib serem :))

    ReplyDelete
  8. sereeem. saya mah ogah tidur disana atau kalau gak bobok aja bareng-bareng XD (saking takutnya)

    ReplyDelete
  9. itu kok acaranya disituu sih .
    sereem yah ..

    ReplyDelete
  10. wohohho sereeeeem
    tapi kenapa pilih tempat yang serem gitu ya?

    ReplyDelete
  11. nyeremin yah, abisan aneh deh acara anak2 diadain di tempat serem kayak begitu kasian anak2 nya dong, terus juga tuh hotel dari fotonya aja udah angker banget

    ReplyDelete
  12. Hahahaa... Ini cerita serem apa lucuw.. Horor tapi ngakak bacanya..
    Yaa,, kita hidup berdampingan. Asal mreka gag ganggu ya woles aja. Dan banyakin berdoa. Hehehee :)

    ReplyDelete
  13. itu tempat meski serem tp jadi sarang maksiat gt ya ternyata ckckck baru tau -_-

    ReplyDelete
  14. Alhamdulillah dari beberapa hotel yg sempat aku singgahi, meskipun terkenal angker belum pernah sekalipun nemu makhluk halus begituan, paling cuma sempat digoda beberapa 'makhluk halus' yang mesti keluar uang buat 'seram-seraman' ama mereka ;p

    ReplyDelete
  15. kalo urusan yg serem'' gitu, biasanya anak'' lebih peka dri orang dewasa.....

    ReplyDelete
  16. hahaha, lucu ceritanya, nyambung pula kata-katanya... yang jelas jangan suudzon sama "segala sesuatu" think positiv aja neng syifa, maksud segala sesuatu itu alam lain kt serahkan hidup n mati kita hanya kepada Allah SWT.
    tp keren jalan ceritanya euyyy :) keep spirit ya dalam hidup ini

    ReplyDelete
  17. garila itu browsur ampe anak itu bisa liat aduh tidak mendidik bgt coba lempar selembar sini *lumpat beretek*

    ReplyDelete
  18. Ngakak pas bagian brosur :

    DIJAMIN PUAS 24 JAM! XD
    maklum lah ya. namanya juga hotel, sering disalah gunakan jadi tempat maksiat. Sebenernya sih kurang cocok aja kalo anak anak di tempatin di hotelnya Alda. #merinding

    ReplyDelete
  19. wew,,,hotelnya bekas alda ?! walah, kalo gue, rela deh tidur di mesjid.hueheheh

    ReplyDelete
  20. kepedean amat sih tuh setan, pake nampang lagi. udah jelek, nampang!

    ReplyDelete
  21. Tarif Hotelnya murah kali yeeeee.........

    ReplyDelete
  22. Belum bisa banyak komentar yah karena maklum pengunjung baru :)
    Animasi kucingnya lucu, salam kenal yah

    ReplyDelete
  23. Untung aku bacanya siang hari, kalo malemmmm..... mungkin dah minta meme Saman buat nemenin nih.....

    Btw, izin follow blognya ya...
    Makasih....

    ReplyDelete
  24. pertama kali baca artikel ini malem..ugh!!!jdi lgsg takut!!jdi bru skrg berani bacanya..wkwkwk sy kn termsuk pnakut!!tpi..sering jg sy ngalamin hal kyak gini..d kntor sy udah marak bgt yg namanya penampakn kyak gini,,sdh banyak tmn yg ngeliat,,tpi...bru minggu ini sy ngalamin..duh..wkt ngalamin serasa pngen lgsg lari!!tpi klo lari,tkut jatuh,,terpkasa jln lmbat2 smbil meluk tmn dan tutup mata...
    mb Syifa sih,,nongkrong d kntornya kelamaan..kali aja hntunya udah keganggu,,sapa tau hantunya pengen pesta ato gimn..makanya mulai ganggu mb syifa hehehe

    ReplyDelete

untuk kalian yang tidak memiliki blog, atau Google account, bisa mengomentari lewat NAME/URL
NAME bisa diisi dengan namamu, dan URL bisa diisi www.facebook.com